IDXChannel - Di tengah tekanan yang membayangi pasar saham sepanjang April 2026, sejumlah emiten justru mencatat lonjakan harga yang mencolok.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah sekitar 1,30 persen sepanjang bulan lalu dan ditutup di level 6.956,80 pada Kamis (30/4/2026).
Pelemahan ini dipicu kombinasi sentimen negatif, mulai dari isu MSCI, memanasnya konflik geopolitik Amerika Serikat (AS)-Iran yang mendorong harga minyak, hingga depresiasi rupiah yang menyentuh kisaran Rp17.370 per USD.
Tekanan semakin terasa seiring derasnya arus dana asing keluar, di mana investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp17,72 triliun sepanjang April.
Meski demikian, pergerakan indeks yang lesu tidak menghalangi reli tajam di sejumlah saham.
Data perdagangan menunjukkan, saham PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) menjadi yang paling mencuri perhatian setelah melesat 161,40 persen dalam sebulan ke level Rp149 per unit, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp1,57 triliun.
Kenaikan signifikan juga dicatat PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang menguat 140,74 persen ke Rp130, dengan kapitalisasi pasar Rp5,10 triliun.
Saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), turut masuk dalam daftar top gainers setelah naik 94,55 persen ke Rp214, dengan kapitalisasi pasar yang telah mencapai Rp37,11 triliun.
Sementara itu, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) menguat 86,89 persen ke Rp2.280 dengan kapitalisasi pasar Rp7,81 triliun.
Reli juga berlanjut pada saham berkapitalisasi lebih kecil seperti PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING) yang naik 74,40 persen ke Rp436 per unit.
Di sisi lain, saham perbankan besar PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) ikut mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 67,59 persen ke Rp4.240, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp41,44 triliun.
Kenaikan juga terjadi pada PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) yang menguat 57,55 persen ke Rp9.650 (kapitalisasi pasar Rp28,26 triliun), serta PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) yang naik 55,83 persen ke Rp935 dengan kapitalisasi pasar Rp8,34 triliun.
Saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) pun terapresiasi 52,69 persen ke Rp510, dengan kapitalisasi pasar Rp7,90 triliun.
Tidak ketinggalan, PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) menutup daftar dengan kenaikan 50,74 persen ke Rp3.060, dan kapitalisasi pasar sekitar Rp3,67 triliun.
Fenomena ini menunjukkan, di tengah tekanan indeks dan derasnya arus keluar dana asing, pasar bergerak semakin selektif.
Kenaikan tajam lebih banyak ditopang saham berkapitalisasi kecil hingga menengah, meski beberapa saham berkapitalisasi besar juga ikut menguat. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.