IDXChannel - Harga tembaga menguat pada Jumat (1/5/2026) untuk pertama kalinya dalam tujuh hari terakhir, seiring meredanya harga minyak dari level tertinggi empat tahun.
Kondisi ini membantu meredakan kekhawatiran bahwa lonjakan biaya energi dapat menekan pertumbuhan ekonomi global.
Sentimen positif juga datang dari data awal pekan ini yang menunjukkan aktivitas manufaktur di China, konsumen logam terbesar dunia, berekspansi pada April dengan laju tercepat sejak akhir 2020.
Kontrak tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,9 persen menjadi USD13.102 per metrik ton pada pukul 08.04 WIB.
Meski demikian, harga masih berada di jalur penurunan sekitar 1,6 persen sepanjang pekan ini.