Mirae memperkirakan BI akan mengandalkan intervensi agresif di pasar valas serta pengelolaan likuiditas, sambil tetap menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Mirae Asset menilai rupiah dan IHSG masih rentan terhadap potensi arus keluar dana asing dalam jangka pendek.
Karena itu, pelaku pasar diminta mencermati implementasi kebijakan non-suku bunga Bank Indonesia sebagai faktor utama stabilisasi pasar keuangan domestik.
RDG BI
Mayoritas ekonom memprediksi Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Rabu (20/5/2026), di tengah tekanan berkepanjangan terhadap rupiah.
Berdasarkan jajak pendapat Reuters pada periode 11-18 Mei, sebanyak 16 dari 29 ekonom memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga reverse repo tujuh hari (BI-Rate) menjadi 5 persen.