Dalam skenario terbaik (best case), selama mampu mempertahankan penutupan di atas 5.000, IHSG berpeluang bergerak konsolidatif dalam rentang 5.000-5.200 sepanjang pekan ini.
Namun, apabila tekanan jual kembali meningkat dan indeks ditutup di bawah level 5.000, IHSG berisiko melanjutkan pelemahan untuk menguji area 4.900-5.000.
Sementara itu, dalam skenario terburuk (worst case), tekanan jual yang berlanjut berpotensi membawa IHSG menuju area koreksi berikutnya di kisaran 4.763-4.845.
"Selama mampu bertahan di atas 5.000, IHSG berpeluang memasuki fase konsolidasi. Sebaliknya, penutupan di bawah level tersebut akan meningkatkan risiko pelemahan menuju area 4.900 dan membuka ruang koreksi lebih dalam," tutur dia.
Selain faktor teknikal, pergerakan IHSG pada pekan ini juga akan dipengaruhi oleh respons investor terhadap sejumlah agenda ekonomi domestik. Agenda tersebut meliputi rilis data Manufacturing Purchasing Managers' Index (PMI), neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026, cadangan devisa, serta indeks harga rumah.