“Kemudian pada saat ini, kita sudah saatnya berdiskusi bagaimana kita kemudian pada kesempatan yang tepat menurut saya. Kita kembali buy back atau membeli kembali saham saham yang sebenarnya di pasar,” ujarnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BP BUMN Donny Oskaria, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Utama Taspen Rony Hanityo Aprianto, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito, serta CEO Indonesia Investment Authority (INA) Oki Ramadhana.
Selain itu, pasar juga mencermati keputusan mengejutkan BI yang menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) di luar jadwal dan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen pada 9 Juni 2026.
BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,50 persen dan Lending Facility menjadi 6,25 persen. Keputusan tersebut diambil sepekan sebelum RDG bulanan yang semula dijadwalkan berlangsung pada 17–18 Juni 2026.
Langkah darurat itu mempertegas fokus BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang tengah berada di bawah tekanan hebat.