Bank sentral sejatinya baru dijadwalkan menggelar rapat pekan depan, namun pelemahan rupiah yang semakin tajam mendorong BI bertindak lebih cepat.
Sepanjang tahun ini, rupiah telah melemah sekitar 8 persen terhadap dolar AS. Sejak pecahnya konflik Iran-Israel, mata uang Garuda juga turun sekitar 7 persen, menjadikannya salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di dunia.
Pada Senin (8/6/2026), rupiah bahkan kembali mencetak rekor terendah di level Rp18.190 per USD.
Setelah keputusan BI diumumkan, rupiah sempat menguat tipis ke kisaran Rp18.075 per USD. Namun, dalam tiga pekan terakhir, pelemahan rupiah tercatat menjadi yang terdalam sejak 2020.
Sebelumnya, BI juga telah mengejutkan pasar dengan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada Mei 2026.