Meski demikian, langkah tersebut belum mampu menghentikan tekanan terhadap rupiah.
Cadangan devisa Indonesia bahkan telah berkurang sekitar USD12 miliar sepanjang tahun ini akibat intervensi yang dilakukan bank sentral untuk menstabilkan nilai tukar.
Meski kenaikan suku bunga umumnya kurang positif bagi pasar saham, investor tampaknya menyambut baik langkah cepat BI dalam menjaga stabilitas rupiah.
Namun, penguatan IHSG kali ini masih lebih mencerminkan respons terhadap sentimen jangka pendek di tengah masih tertekannya pasar saham domestik sejak awal tahun.
Ke depan, arah pasar tetap akan ditentukan oleh perkembangan nilai tukar rupiah, kondisi likuiditas, kebijakan fiskal domestik, pengumuman MSCI soal status Indonesia di indeks global tersebut hingga dan dinamika geopolitik yang masih penuh ketidakpastian. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.