Kebijakan tersebut diambil di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi, dengan kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor yang memperumit prospek inflasi.
The Fed juga memberi sinyal masih terbuka ruang untuk satu kali kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini, sementara proyeksi menunjukkan suku bunga dipertahankan pada 2027.
Di pasar domestik, perhatian investor selanjutnya tertuju pada dampak kenaikan suku bunga The Fed terhadap rupiah, aliran dana asing, serta ruang kebijakan Bank Indonesia (BI).
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, imbal hasil US Treasury 10 tahun yang berada di sekitar 5 persen, indeks dolar AS (DXY) yang mendekati 100, serta harga minyak yang masih tinggi menjadi sejumlah faktor penting yang perlu dicermati pasar domestik. Investor juga mencermati implementasi kebijakan awal Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Dari sisi teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam tekanan setelah menembus ke bawah MA20 di level 6.548 dan pola rising wedge.