sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Menguat Tipis, Mirae Asset Tekankan Pentingnya Fundamental Saham

Market news editor Shifa Nurhaliza Putri
29/10/2026 06:38 WIB
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ketidakpastian pasar global dan domestik masih menjadi tantangan bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.
IHSG Menguat Tipis, Mirae Asset Tekankan Pentingnya Fundamental Saham. (Foto: Ilustrasi)
IHSG Menguat Tipis, Mirae Asset Tekankan Pentingnya Fundamental Saham. (Foto: Ilustrasi)

Di tengah kondisi tersebut, perhatian pasar juga tertuju pada spekulasi mengenai kemungkinan transaksi strategis yang melibatkan BBCA dan DBS Group. Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai transaksi tersebut. Spekulasi ini muncul setelah rumor akuisisi BBCA oleh Haji Isam pada September 2026 dibantah oleh perseroan, diikuti berbagai pembicaraan pasar lain yang belum terverifikasi.

Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nurkholis Syafruddin, menjelaskan bahwa penurunan valuasi BBCA di tengah ketidakpastian terkait MSCI secara teoritis dapat meningkatkan daya tarik saham tersebut bagi investor strategis. 

Namun, realisasi transaksi akuisisi tetap bergantung pada kesediaan pemegang saham, kapasitas pendanaan, serta persetujuan regulator. PT Dwimuria Investama Andalan masih menjadi pemegang saham pengendali BBCA dengan kepemilikan 54,94 persen, tanpa adanya rencana divestasi yang diumumkan secara terbuka.

"Meski penurunan valuasi dapat membuka peluang bagi investor strategis, belum ada bukti yang cukup untuk menilai kemungkinan terjadinya transaksi. Karena itu, kami tidak melihat dasar yang kuat untuk memasukkan premi akuisisi ke dalam valuasi BBCA atau memperkirakan perubahan pengendalian dalam waktu dekat,” jelas Nurkholis.

Pengalaman DBS Group dalam mengakuisisi Bank Danamon pada 2012 menjadi salah satu contoh tantangan regulasi dalam transaksi perbankan lintas negara. Saat itu, rencana akuisisi 67,37 persen saham Danamon senilai Rp45,2 triliun tidak berlanjut pada 2013 setelah regulator membatasi kepemilikan yang dapat diakuisisi.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement