sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Menguat usai Libur Idulfitri, Bursa Asia Reli di Tengah Harapan Deeskalasi Perang

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
25/03/2026 09:42 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada Rabu (25/3/2026) usai libur panjang Nyepi dan Idulfitri.
IHSG Menguat usai Libur Idulfitri, Bursa Asia Reli di Tengah Harapan Deeskalasi Perang. (Foto: MNC Media)
IHSG Menguat usai Libur Idulfitri, Bursa Asia Reli di Tengah Harapan Deeskalasi Perang. (Foto: MNC Media)

DXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada Rabu (25/3/2026) usai libur panjang Nyepi dan Idulfitri, ditopang penguatan bursa Asia di tengah harapan deeskalasi perang Iran yang meredakan sentimen negatif pasar global.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.36 WIB, IHSG meningkat 0,96 persen ke 7.175,20. Nilai transaksi mencapai Rp6,63 triliun dan volume perdagangan 11,32 miliar saham.

Sebanyak 447 saham menguat, 210 saham melemah, dan 301 sisanya stagnan.

Meski demikian, menurut BRI Danareksa, Rabu (25/3), IHSG masih berpotensi menghadapi tekanan setelah libur panjang seiring ketidakpastian geopolitik yang belum mereda.

Wacana gencatan senjata dan penundaan serangan Amerika Serikat (AS) terhadap pusat energi Iran selama lima hari memang sempat muncul, namun telah dibantah oleh pihak Iran sehingga belum mampu meredakan kekhawatiran pasar.

BRI Danareksa menilai kondisi risk-off masih mendominasi, tercermin dari volatilitas harga komoditas seperti emas, minyak, dan gas alam, serta pelemahan bursa saham regional, terutama di kawasan Asia.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diproyeksikan masih bergerak dalam tekanan dengan kisaran support di 6.950-7.000 dan resistance di 7.135-7.200.

Bursa Asia Melesat

Bursa saham Asia menguat seiring harga minyak melemah pada Rabu (25/3) setelah muncul laporan bahwa AS tengah mengupayakan gencatan senjata selama satu bulan dalam perang dengan Iran.

Washington juga disebut telah mengirimkan rencana 15 poin kepada Teheran untuk dibahas. Langkah ini memicu harapan bahwa ekspor minyak dari Teluk Persia dapat kembali berjalan.

Bursa saham Australia, Korea Selatan, dan Jepang masing-masing naik sekitar 2 persen pada perdagangan Rabu pagi. Kemudian, Shanghai dan Hang Seng Hong Kong naik sekitar 1 persen.

Sementara, emas menguat 1,6 persen setelah sebelumnya sempat ditekan aksi ambil untung pasca reli panjang.

Futures S&P 500 naik 0,9 persen pada perdagangan pagi Asia, sementara futures Eropa menguat 1,2 persen dan harga minyak Brent turun sekitar 6 persen menjadi USD98,30 per barel.

Global Market Strategist J.P. Morgan Asset Management Kerry Craig mengatakan pasar saat ini bergerak mengikuti perkembangan berita utama.

Menurutnya, sentimen pasar cenderung positif, tetapi masih terdapat ketidakpastian mengenai arah perkembangan gencatan senjata dan apakah benar-benar akan terealisasi. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement