IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis bahwa penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak akan memasukkan pasar modal Indonesia ke dalam kategori Frontier Market. Hal ini sejalan dengan sejumlah agenda reformasi pasar modal yang dilakukan BEI bersama OJK dan Self Regulatory Organization (SRO) lainnya.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik yakin Indonesia tetap dipertahankan dalam kelas Emerging Market. Pasalnya, agenda transformasi pasar modal yang dimotori Bursa mendapatkan respons MSCI. Penyedia indeks global lainnya seperti FTSEtetap mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market dalam hasil review terbarunya.
"Responsnya kita lihat cukup baik. Paling tidak FTSE sudah mengonfirmasi Indonesia tetap ada di Emerging Market dan kita tunggu, tentunya MSCI juga akan menyampaikan hal yang sama," ujar Jeffrey saat memberikan sambutan dalam perayaan HUT ke-18 Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA) di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Jeffrey mengatakan, belakangan ini pasar modal nasional tengah menghadapi tantangan yang unik. Kondisi saat ini disebutnya berbeda dengan tantangan yang dihadapi pada tahun 2008 ketika krisis keuangan global ataupun kondisi pelemahan ekonomi global yang terjadi saat pandemi Covid-19.
Dia mengakui tantangan yang dihadapi saat ini adalah soal kepercayaan investor terhadap pasar modal RI. Hal tersebut menciptakan arus dana keluar (capital outflow) dari investor asing yang menarik ke bawah pergerakan indeks.