Dalam perdagangan terbaru, kontributor utama pelemahan IHSG berasal dari saham-saham berkapitalisasi besar seperti ASII yang turun 6,28 persen, BRMS melemah 14,39 persen, BYAN turun 6,47 persen, MORA terkoreksi 8,77 persen, dan BRPT yang ambles 11,05 persen.
Di saat bersamaan, pasar saham domestik juga mencatatkan arus dana asing keluar atau net foreign outflow sebesar Rp544,9 miliar.
Menurut Stockbit, terdapat sejumlah faktor utama yang memicu tekanan besar terhadap IHSG dalam sepekan terakhir.
Faktor pertama berasal dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Sepanjang tahun berjalan atau year to date (YTD), rupiah telah melemah 5,6 persen dan menjadi salah satu mata uang dengan performa terburuk di Asia.
Bahkan, rupiah sempat menyentuh level terendah sepanjang masa atau all-time low di Rp17.760 per USD pada perdagangan intraday Rabu (20/5/2026).