Sementara itu, Moody's Ratings menyebut kebijakan tersebut memang dapat mendukung masuknya devisa dan penguatan rupiah, namun dinilai negatif bagi sektor pertambangan karena berpotensi meningkatkan distorsi pasar dan membebani sentimen investor terhadap iklim kebijakan nasional.
(DESI ANGRIANI)