Selain itu, tekanan juga datang dari rebalancing indeks global, terutama setelah pengumuman MSCI pada akhir Januari 2026 yang menyoroti kekhawatiran terkait aspek investability pasar Indonesia.
Rebalancing MSCI yang efektif berlaku mulai 1 Juni 2026 diperkirakan menghapus sejumlah saham dari MSCI Global Standard Indexes, terutama saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC).
Beberapa saham yang berpotensi keluar dari indeks tersebut antara lain BREN, DSSA, AMMN, TPIA, dan CUAN.
Stockbit mengatakan, kondisi tersebut berpotensi memicu tekanan jual tambahan dari passive fund menjelang tanggal efektif rebalancing.
Di sisi lain, pembentukan badan ekspor komoditas satu pintu juga menjadi perhatian pasar. Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings menilai, rencana pengendalian ekspor komoditas secara terpusat berpotensi merugikan ekspor Indonesia, menekan pendapatan pemerintah, dan memengaruhi neraca pembayaran negara.