Kondisi ini mencerminkan rotasi jangka pendek dana investor ke saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, sementara saham-saham konglomerasi masih dibayangi tekanan sentimen indeks global serta volatilitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut analis BRI Danareksa Sekuritas, pasar kini mencermati dampak lanjutan dari kebijakan pemerintah yang mewajibkan ekspor crude palm oil (CPO), batu bara, dan ferroalloy dilakukan melalui BUMN ekspor di bawah Danantara atau Daya Surya Investama (DSI).
Kebijakan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 pada 20 Mei 2026.
Pemerintah menargetkan proses clearance dimulai 1 Juni 2026, sebelum pengambilalihan penuh dilakukan pada 1 September 2026.
BRI Danareksa memperkirakan nilai ekspor yang akan dikelola skema tersebut mencapai sekitar USD65 miliar per tahun.