"Untuk sentimen diperkirakan, pertama FOMC Meeting perihal suku bunga The Fed, dimana sikap The Fed masih cenderung hawkish setelah adanya kenaikan harga energi dan juga rilis PPI-CPI; kedua, investor masih akan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah terhadap USD serta foreign flow di IHSG," kata dia.
Di tengah potensi penguatan terbatas tersebut, Herditya merekomendasikan tiga saham secara teknikal untuk dicermati investor pada pekan depan, yaitu PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) pada area target (Rp1.710–Rp1.765), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) pada kisaran (Rp366–Rp400), serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) pada rentang (Rp980–Rp1.060).
Selain hasil keputusan suku bunga The Fed dan volatilitas nilai tukar rupiah, terdapat beberapa faktor pendukung lain yang berpotensi memengaruhi laju IHSG pekan depan.
Pertama, lonjakan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang menyentuh level kisaran USD91–USD103 per barel akibat konflik geopolitik di Timur Tengah berpotensi memberi tekanan inflasi, sekaligus menjadi katalis bagi saham-saham di sektor energi dan pertambangan.