Lebih lanjut, IHSG masih berada dalam tren turun jika dilihat dari pergerakan sejak mencapai titik tertingginya. Hal tersebut tercermin dari struktur pergerakan indeks yang masih membentuk pola lower low dan lower high.
Meski demikian, tekanan bearish dinilai mulai berkurang. Penurunan IHSG dari puncaknya hingga pekan lalu diperkirakan telah membentuk lima gelombang penurunan (impulsive wave), yang umumnya menjadi sinyal bahwa fase koreksi mulai mendekati akhir.
"Dalam time horizon yang lebih pendek, atau sejak pertengahan April, pergerakan IHSG membentuk pola extension dan berpotensi telah menyelesaikan lima gelombang. Skenario ini akan terkonfirmasi apabila IHSG berhasil menembus level resistance di 6.286," kata Imam.
Namun, sinyal teknikal jangka pendek masih menunjukkan adanya keraguan di kalangan investor.
Dua candlestick terakhir memperlihatkan momentum penguatan yang mulai melemah. Candle pertama membentuk pola spinning top, yang mengindikasikan keseimbangan antara tekanan beli dan jual.