IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bangkit dari koreksi empat hari beruntun pada Selasa (17/3/2026), seiring sentimen global yang sedikit membaik ditandai penguatan bursa Asia dan Wall Street semalam.
Investor tetap mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta sentimen domestik, mulai dari kebijakan pemerintah hingga penantian MSCI, menjelang libur Hari Suci Nyepi dan Idulfitri yang dimulai besok hingga 24 Maret mendatang.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.21 WIB, IHSG bergerak volatil dan mencatatkan kenaikan 1,25 persen ke level 7.110,08.
Nilai transaksi masih minim, sebesar Rp1,93 triliun, dengan volume 3,83 miliar saham.
Sebanyak 482 saham menguat, 137 saham melemah, dan 339 sisanya stagnan.
Menurut analis BRI Danareksa, pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa (17/3) diperkirakan masih cenderung terbatas.
“Untuk perdagangan Selasa (17/3), IHSG diperkirakan bergerak sideways dengan support di level 7.000 dan resistance di 7.100.
Sentimen pasar, kata BRI Danareksa, masih dipengaruhi kekhawatiran konflik Timur Tengah, sikap wait and see menjelang libur panjang, serta perhatian investor terhadap keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang diproyeksikan tetap di level 4,75 persen.
BI akan mengumumkan keputusan suku bunga pada hari ini, sekitar pukul 14.30 WIB.
Lebih lanjut, mereka menilai level 7.000 menjadi area krusial bagi pergerakan indeks dalam jangka pendek. “Jika mampu bertahan, IHSG berpeluang mengalami technical rebound. Namun jika ditembus, kondisi tersebut berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan,” tulis BRI Danareksa.
Bursa saham Asia menguat pada Selasa (17/3) seiring kenaikan di Wall Street semalam, setelah harga minyak yang mulai mereda membantu memperbaiki sentimen investor.
Hingga pukul 08.39 WIB, Indeks Nikkei 225 naik 0,45 persen, sementara indeks Topix yang lebih luas menguat 1,19 persen. Kenaikan ini memutus tren penurunan selama tiga hari sebelumnya.
Melansir dari Trading Economics, pergerakan tersebut terjadi setelah beberapa kapal tanker berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman.
Selain itu, sejumlah negara ekonomi besar diperkirakan melepas cadangan minyak strategis untuk mengimbangi potensi gangguan pasokan.
Lonjakan harga minyak sebelumnya sempat memicu kekhawatiran inflasi, terutama bagi negara pengimpor minyak seperti Jepang yang sangat rentan terhadap guncangan pasokan energi.
Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) diperkirakan mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah pada pekan ini di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 0,08 persen, sekaligus mengakhiri tren pelemahan selama tiga hari sebelumnya seiring membaiknya sentimen pasar. (Aldo Fernando)