sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Rebound, Simak Saham-Saham Penopangnya

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
10/03/2026 11:13 WIB
Saham-saham big cap milik konglomerasi dan bank besar menjadi motor penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (10/3/2026).
IHSG Rebound, Simak Saham-Saham Penopangnya. (Foto: Freepik)
IHSG Rebound, Simak Saham-Saham Penopangnya. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Saham-saham big cap milik konglomerasi dan bank besar menjadi motor penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (10/3/2026), di tengah pasar yang masih bergerak sangat volatil setelah tekanan tajam dalam dua sesi sebelumnya.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 10.59 WIB IHSG masih menguat 1,33 persen ke level 7.434,74, setelah sempat melonjak gap up 2,03 persen pada awal perdagangan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp8,69 triliun dengan volume perdagangan 16,44 miliar saham.

Sebanyak 533 saham menguat, 183 saham melemah, dan 241 saham lainnya bergerak stagnan, mencerminkan pergerakan pasar yang masih dinamis di tengah volatilitas tinggi.

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang berada dalam lingkar bisnis Grup Bakrie-Salim memimpin penguatan dengan kenaikan sekitar 7,28 persen ke level Rp810 per unit.

Di belakangnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) milik Grup Sinarmas menguat 3,79 persen ke Rp75.975 per unit, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang juga terafiliasi dengan jaringan bisnis Salim Group naik 3,51 persen ke Rp5.900 per unit.

Saham konglomerasi lain juga turut menopang indeks. PT Astra International Tbk (ASII) dari Grup Astra menguat 3,42 persen ke Rp6.050, sedangkan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) milik taipan Prajogo Pangestu naik 2,33 persen ke Rp1.535.

Dari sektor perbankan, dua bank jumbo ikut menjadi motor penguatan indeks. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 1,87 persen ke Rp4.910, sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 1,82 persen ke Rp7.000.

Selain itu, saham batu bara milik konglomerat Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), juga ikut menguat sekitar 1,69 persen ke Rp12.050.

Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai, pasar merespons positif pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut bahwa perang melawan Iran sudah “very complete, pretty much” dan memberi sinyal bahwa operasi militer kemungkinan tidak akan berlangsung lama.

Pernyataan tersebut langsung memicu optimisme di pasar global. Saham-saham di Amerika Serikat (AS) alias Wall Street menguat karena investor mulai mengantisipasi potensi de-eskalasi konflik geopolitik.

Di saat yang sama, harga minyak dunia turun tajam ke sekitar USD86 per barel, setelah sebelumnya sempat melonjak di atas USD110 per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

BRI Danareksa menilai pasar mulai memperhitungkan (priced-in) skenario de-eskalasi geopolitik, sehingga tekanan terhadap inflasi energi dan volatilitas pasar global berpotensi mereda dalam jangka pendek. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement