Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) anjlok setelah pasar merespons negatif setelah Bursa melakukan penyesuaian kriteria saham yang masuk daftar IDX80, LQ45, dan IDX30.
Dalam revisi terbaru menyangkut High Shareholding Concentration (HSC) itu, saham BREN dan DSSA berpeluang terdepak dari IDX80 dan LQ45 sehingga bakal memicu outflow dana pasif institusi, termasuk lokal. Saham BREN melemah 7,5 persen ke Rp5.525, sedangkan DSSA anjlok 10,8 persen ke level Rp2.480.
Meskipun IHSG melemah, secara sektoral, 8 sektor menghijau dan 3 sektor merah. Sektor energi menjadi pemberat utama indeks dengan penurunan 0,6 persen imbas pelemahan saham DSSA.
Selain itu, pergerakan pasar modal yang volatil juga diwarnai oleh penguatan saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN). Saham BDMN menyentuh batas auto reject atas (ARA) setelah melesat 25 persen ke Rp3.850.
Pergerakan tak biasa ini dipicu oleh rumor MUFG Bank Ltd selaku pengendali yang akan membawa Danamon menjadi perusahaan tertutup. MUFG tengah gencar melakukan merger & acquistion (M&A) di berbagai negara. Saat ini, free float BDMN hanya tersisa 7,54 persen.