"Pasar menantikan apakah surplus perdagangan Indonesia masih berlanjut di tengah fluktuasi harga komoditas global. Angka surplus yang kuat akan memperkokoh nilai tukar rupiah dan menjaga minat investor asing," ujarnya dalam risetnya, Senin (12/1/2026).
Dengan kondisi pasar yang sedang bergairah, IPOT melihat sektor properti mulai bangkit, tercermin dari pergerakan positif emiten seperti BSDE.
Sektor ini dinilai memiliki daya tarik baru bagi investor yang mencari aset dengan valuasi menarik saat likuiditas pasar sedang melimpah.
Di sisi lain, sektor pertambangan, khususnya emas dan energi, tetap menjadi motor penggerak utama.