Sementara, BRI Danareksa Sekuritas mencatat, pada Kamis (30/4), tekanan terhadap IHSG saat ini berasal dari kombinasi faktor eksternal dan domestik yang saling memperkuat.
Dari sisi global, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) yang menembus di atas USD107 per barel atau naik sekitar 15 persen secara mingguan mengindikasikan pengetatan pasokan energi dunia.
Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global.
Sementara dari dalam negeri, rupiah terpantau melemah ke atas level Rp17.350 per USD, yang mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko fiskal serta potensi arus keluar modal asing.
Di pasar saham, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp8,62 triliun dalam sepekan, yang mengindikasikan fase distribusi di tengah meningkatnya ketidakpastian global. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.