Teheran membalas dengan menargetkan aset-aset AS di kawasan tersebut, meningkatkan kekhawatiran konflik yang lebih luas.
Serangan militer oleh AS dan Israel belum menunjukkan tanda mereda, sementara Iran merespons dengan rentetan rudal di kawasan, yang berisiko menyeret negara-negara tetangga ke dalam konflik.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Daily Mail bahwa konflik bisa berlangsung empat pekan lagi, seraya menegaskan serangan akan terus berlanjut hingga tujuan AS tercapai.
Pada Senin (2/3), mengutip Reuters, Israel melancarkan serangan udara baru yang menargetkan Teheran dan memperluas kampanye militernya dengan menyerang militan Hizbullah yang didukung Iran di Libanon.
Perhatian pasar tertuju pada Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak laut dunia dan 20 persen gas alam cair global.