Sementara itu, area resistance berada pada level 6.070-6.200.
Meski mengalami koreksi, indikator MACD masih berada di zona positif sehingga tren pemulihan jangka pendek belum sepenuhnya berakhir.
Sentimen negatif pasar terutama berasal dari hasil evaluasi MSCI yang kembali menyoroti sejumlah isu di pasar modal Indonesia, mulai dari transparansi kepemilikan saham, validitas data free float, hingga dugaan coordinated trading.
MSCI menyatakan Indonesia masih dapat menghadapi konsultasi terkait kemungkinan penurunan status menjadi Frontier Market apabila reformasi pasar tidak menunjukkan kemajuan yang memadai hingga November 2026.
Tekanan terhadap IHSG juga diperberat oleh aksi ambil untung (profit taking) pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Saham seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) menjadi pemberat utama indeks.