Selain itu, arus keluar tambahan sebesar USD5,6 miliar juga bisa terjadi apabila FTSE Russell meninjau ulang metodologi free float dan status pasar Indonesia.
“Kami memperkirakan penjualan pasif masih berlanjut dan menilai perkembangan ini menjadi beban (overhang) yang akan menghambat kinerja pasar,” tulis para analis Goldman Sachs, termasuk Timothy Moe, dalam laporannya.
Dalam catatan terpisah, Goldman Sachs menambahkan bahwa manajer dana aktif (active fund manager) regional saat ini berada pada posisi overweight di pasar Indonesia.
Karena itu, potensi penurunan status pasar, yang dikombinasikan dengan meningkatnya tekanan pasar dan kemungkinan berkurangnya likuiditas, diperkirakan mendorong investor long-only untuk menyeimbangkan ulang portofolionya. Situasi ini juga berpotensi memicu arus spekulatif dari hedge fund.
IHSG turun tajam pada Rabu setelah MSCI menyatakan akan menunda perubahan indeks hingga regulator menuntaskan isu kepemilikan saham yang terkonsentrasi pada perusahaan tercatat. MSCI menyoroti adanya “masalah fundamental dari sisi investabilitas”.