BRI Danareksa memperkirakan support terdekat IHSG berada di 6.110, kemudian 6.030. Jika tekanan jual berlanjut dan kedua level tersebut ditembus, indeks berpotensi melanjutkan koreksi.
Sementara itu, area resistance terdekat berada di 6.185-6.230, disusul 6.270 dan 6.375. Indikator MACD juga berada di zona negatif dengan histogram yang melemah, menunjukkan momentum bearish masih dominan.
Dari sisi sentimen, BRI Danareksa menyoroti sejumlah faktor yang membayangi pergerakan IHSG.
Pertama, kebijakan BEI yang mulai berlaku pada 28 September 2026, yakni penurunan batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1.
Kebijakan tersebut memperluas rentang perdagangan saham berharga rendah sekaligus mengubah mekanisme pembentukan harga (price discovery), dengan potensi meningkatkan volatilitas pada saham-saham tersebut.