Namun demikian, karena perdagangan belum ditutup, pelaku pasar masih mencermati kemungkinan reclaim atau penutupan kembali di atas MA-200.
Jika IHSG gagal kembali ke atas area 7.950 hingga penutupan, maka sinyal breakdown diperkirakan semakin valid secara teknikal dan membuka ruang koreksi lanjutan dalam jangka pendek.
Terseret Bursa Asia
Koreksi IHSG dinilai sejalan dengan pelemahan bursa global, terutama Asia.
Riset MNC Sekuritas mencatat indeks utama Asia bergerak turun tajam, seperti Nikkei melemah 3,94 persen, Hang Seng terkoreksi 2,59 persen, dan KOSPI anjlok 9,63 persen.
Tekanan tersebut dipicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak mentah setelah Iran menutup Selat Hormuz, di tengah konflik geopolitik Timur Tengah yang semakin meluas.
Sentimen ini memicu aksi jual di berbagai pasar saham regional.
Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih berada dalam fase downtrend. Saat ini, indeks tengah menguji area 7.621-7.686 sesuai skenario merah yang sebelumnya disampaikan.