AALI
9300
ABBA
535
ABDA
6950
ABMM
1200
ACES
1265
ACST
252
ACST-R
0
ADES
2780
ADHI
920
ADMF
7675
ADMG
212
ADRO
1740
AGAR
370
AGII
1475
AGRO
2350
AGRO-R
0
AGRS
200
AHAP
69
AIMS
312
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
570
AKRA
4070
AKSI
434
ALDO
755
ALKA
228
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
457.34
-0.19%
-0.86
IHSG
6113.11
-0.15%
-9.38
LQ45
859.88
-0.17%
-1.43
HSI
24500.39
1.21%
+291.61
N225
30183.96
-0.19%
-56.10
NYSE
16599.80
0.37%
+60.65
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
797,200 / gram

IHSG Turun Tipis, Pengamat: Masih Koreksi Sehat

MARKET NEWS
Tim IDXChannel
Selasa, 27 Juli 2021 17:48 WIB
IHSG hari ini, Selasa (27/7/2021) ditutup turun 9,34 poin atau 0,15 persen ke level 6.097,04 pada penutupan perdagangan sesi terakhir hari ini.
IHSG Turun Tipis, Pengamat: Masih Koreksi Sehat (FOTO: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (27/7/2021) ditutup turun 9,34 poin atau 0,15 persen ke level 6.097,04 pada penutupan perdagangan sesi terakhir hari ini.

Terdapat tujuh dari total sebelas sektor yang berada dalam zona merah. Sektor yang dimaksud termasuk sektor barang konsumer primer turun 1,43 persen, selanjutnya ada sektor properti dan real estate turun 0,59 persen, berbagai sektor barang konsumer non primer turun 0,46 persen, sektor kesehatan 0,43 persen, hingga sektor perindustrian turun 0,41 persen.

Penurunan ini dinilai merupakan koreksi sehat dari sebelumnya yang mengalami ternd naik. Hal ini diungkapkan oleh CEO dan Founder Lima Dua Group dan JIS Kapital Utama, Jimmy Dimas Wahyu dalam wawancaranya di progran 2nd Session Closing Market IDX Channel, Selasa (27/7/2021).

“Justru saya melihat harusnya sudah cukup kuat, untuk di resisten berikutnya tentunya di level 6.200. dan menurut saya, penurunan IHSG hari ini merupakan koreksi sehat dari trend naik yang sudah terjadi di IHSG,” tuturnya.

Jimmy menambahkan, penurunan ini juga dampak dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM juga didorong oleh dampak pandemi Covid-19. (RAMA)

(Penulis : Firda)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD