AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Imbas Varian Omicron, Pelaku Pasar Bakal Tinggalkan Emiten Kesehatan?

MARKET NEWS
Azfar Muhammad
Senin, 03 Januari 2022 09:54 WIB
Edwin mengatakan pelaku pasar pada 2022 akan berpaling dan memilih sektor konvensional mulai dari bank Digital hingga retail dan akan terus mengalami kenaikan.
Imbas Varian Omicron, Pelaku Pasar Bakal Tinggalkan Emiten Kesehatan? (FOTO:MNC Media)
Imbas Varian Omicron, Pelaku Pasar Bakal Tinggalkan Emiten Kesehatan? (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pengamat pasar modal dari MNC Asset Management, Edwin Sebayang menilai munculnya varian baru Omicron di 2022 tidak akan terlalu berbahaya dan berpengaruh kepada pelaku pasar, khususnya akan meninggalkan investasi emiten kesehatan.  

Edwin mengatakan pelaku pasar pada 2022 akan berpaling dan memilih sektor konvensional mulai dari bank Digital hingga retail dan  akan terus mengalami kenaikan.   

“Jadi asumsi adanya varian baru Omicron tidak lebih berbahaya di banding varian sebelumnya (delta) kita boleh masuk ke sektor konvensional dan untuk emiten farmasi, rumah sakit laboratorium itu akan ditinggalkan,” kata Pengamat pasar modal dari MNC Asset Management, Edwin Sebayang dalam program Power Breakfast IDX Channel, Senin (3/1/2021). 

Edwin menilai sejumlah pelaku pasar pada kuartal III dan IV  di tahun 2021 telah berpaling ke sektor konvensional seiring membaiknya penanganan Covid-19 di Indonesia. 

Sektor kesehatan akan ditinggalkan, sektor digital dan seiring adanya omicron mungkin ke perbankan, sektor properti, retail, pakan ayam dan telekomunikasi dan pastinya semen dan meta mining dengan asusmsi tidak ada lonjakan kasus lagi,” urainya.  

Edwin mengatakan sentimen negatif masih membayangi pasar seperti penurunan harga komoditas hingga kebijakan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) yang dijadwalkan pada kuartal dua tahun ini. 

“Bank Digital memiliki ekosistem sehingga di tahun 2021 akhir hingga 2022 sehingga bank digital tercatat mengalami kenaikan sognifikan di tahun 2021 dan kinerja fundamental nanti akan mengikuti,” pungkasnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD