Kegiatan tersebut memakai metode pengeboran core drilling HQ-3 dengan jarak 100 meter dan 50 meter yang bertujuan untuk peningkatan level sumber daya yang dilakukan di area Blok 1 Tetenggala dan Blok 1 Lalombundi (Blok Pomalaa).
Sementara itu, survei geofisika dengan menggunakan metode Geolistrik Electrical Resistivity Tomography (ERT) yang pengukurannya dilakukan di area Blok 1 Tetenggala (Blok
Pomalaa).
Manajemen INCO mengungkapkan, hasil pengujian sedang dalam proses penghitungan sumber daya dan cadangan dengan metode ordinary kriging di Sorowako.
Blok Pomalaa akan melanjutkan kegiatan pengeboran dengan jarak 100 meter dan 50 meter di area Blok 1 Lalombundi dan Blok 1 Tetenggala (Blok Pomalaa).
"Pengukuran geofisika dengan menggunakan metode Geolistrik (ERT) akan melanjutkan pengukuran di Blok 1 Tetenggala (Blok Pomalaa). Seluruh aktivitas pengeboran direncanakan untuk mendapat profil laterit yang lengkap," tutur manajemen.
(DESI ANGRIANI)