Kebijakan tersebut berlaku mulai 24 September 2026 dan diambil pemerintah India untuk menekan harga minyak nabati sekaligus mendorong konsumsi menjelang musim festival keagamaan pada September-November.
Harga minyak nabati di India telah meningkat hampir 20 persen dalam setahun terakhir.
Penurunan bea masuk diperkirakan membuat harga lebih terjangkau dan mendorong konsumsi untuk kebutuhan makanan manis, makanan ringan, serta makanan gorengan selama periode festival.
Dari sisi pasar global, kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan permintaan minyak nabati India.
Trader yang dikutip Reuters memperkirakan kenaikan permintaan India dapat menopang harga palm oil Malaysia dan soybean oil Amerika Serikat (AS).