Adapun sisanya dikuasai oleh PT Ainfrastruktur Indonesia Raya (AIR) sebesar 50,1 persen milik Arsari Group dan Northstar. NFT memegang kendali penuh, sedangkan Indosat hanya memiliki 1 saham di IFT. Dalam transaksi ini, Citi bertindak sebagai penasihat keuangan bagi Indosat.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan, kehadiran IFT merupakan perwujudan dari komitmen untuk memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia melalui teknologi.
"Dengan menghadirkan infrastruktur fiber kelas dunia melalui platform independen berbasis open access yang dipimpin para ahli di industrinya, kami ingin memastikan manfaat AI, cloud, dan layanan digital generasi berikutnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh masyarakat," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026).
Sementara itu, Deputy CEO & COO Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo menilai, daya saing sebuah bangsa hanya dapat terwujud apabila seluruh lapisan masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Dia menekankan bahwa para pemimpin yang kini mengemban amanah di IFT membawa tanggung jawab tersebut.
"Kami menghadirkan pemimpin yang tidak hanya memahami bagaimana membangun dan mengelola infrastruktur dalam skala besar, tetapi juga memahami mengapa hal itu penting bagi masyarakat yang terhubung, bagi dunia usaha yang diberdayakan, serta bagi posisi Indonesia dalam perekonomian digital di masa depan," katanya.