Untuk menilai prospek jangka panjang perusahaan panas bumi, Tim Riset KISI menyarankan investor memperhatikan beberapa indikator. Indikator tersebut meliputi kapasitas terpasang, capacity factor, struktur kontrak dan tarif, margin EBITDA, serta leverage. Pada semester I-2026, PGE mengelola kapasitas 727 MW secara mandiri, dengan margin EBITDA 78,3 persen dan rasio net debt terhadap EBITDA 0,1 kali.
Diketahui saat ini PGE tengah mengerjakan beberapa proyek, antara lain Lumut Balai Unit 3 dan 4, Hululais Unit 1 dan 2, serta Lahendong Unit 7 dan 8. Adapun PGE menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034.
Meski demikian, Tim Riset KISI mengingatkan bahwa investor perlu menimbang risiko dan peluang secara berimbang.
Secara keseluruhan, Tim Riset KISI menekankan pentingnya pendekatan investasi yang menimbang kinerja keuangan, kinerja operasional, strategi bisnis, dan prospek industri secara menyeluruh. Pergerakan harga saham dalam jangka pendek tetap dipengaruhi berbagai faktor pasar sehingga arah pemulihannya tidak dapat dipastikan.
(NIA DEVIYANA)