sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Inflasi 4,35 persen dan BBM Terus Naik, Ini Saatnya Siapkan Dana Darurat!

Market news editor Shifa Nurhaliza
13/09/2022 13:00 WIB
Saat ini banyak media menyoroti inflasi dan stagflasi yang terjadi secara global.
Inflasi 4,35 persen dan BBM Terus Naik, Ini Saatnya Siapkan Dana Darurat! (Foto: Bibit/Adv)
Inflasi 4,35 persen dan BBM Terus Naik, Ini Saatnya Siapkan Dana Darurat! (Foto: Bibit/Adv)

IDXChannel - Saat ini banyak media menyoroti inflasi dan stagflasi yang terjadi secara global. Meski isu ekonomi makro terdengar berat, nyatanya hal ini bisa berdampak pada kehidupan sehari-hari. Secara sederhana inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. 

Sementara stagflasi berasal dari kata stagnan dan inflasi diartikan sebagai pertumbuhan ekonomi yang terus melambat disertai dengan kenaikan harga secara terus menerus. Dampak inflasi dan stagflasi yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu menurunkan daya beli masyarakat dan dapat meningkatkan angka pengangguran.

Selain tingginya isu terkait inflasi, seperti yang diketahui Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM pada Sabtu (3/9/2022). Lewat pengumuman tersebut, harga Pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter. Harga solar juga naik dari sebelumnya Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter. Kondisi serupa juga terjadi pada Pertamax, yang naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi. Bank Indonesia Sumatera Utara memprediksi kebijakan itu akan membuat inflasi lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi 0,30 persen atau inflasi 5,39 persen secara YoY (Year over Year).

Ditengah inflasi dan harga BBM yang terus naik, sudah saatnya kita menyiapkan dana darurat. Pilih Instrumen untuk Nabung dan Simpan Dana Darurat dengan bijak dan teliti. Pada dasarnya, dana darurat harus disimpan di instrumen keuangan yang yang bersifat aman, mudah diakses, dan likuid atau mudah dicairkan. 

Jika kalian menabung lewat Aplikasi Bibit, kalian bisa pilih Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)! Karena RDPU merupakan salah satu instrumen yang rendah risiko dan juga memiliki likuiditas tinggi dibandingkan jenis reksa dana lainnya.

Apalagi saat ini, di Bibit sudah ada fitur Instant Redemption atau Pencairan Instan berlogo petir di aplikasi Bibit untuk mencairkan reksa dana dalam waktu hitungan detik saja dengan koneksikan akun kamu ke Bank Jago.

Lawan inflasi dengan investasi reksadana di aplikasi Bibit! Jumlah dana darurat yang perlu dikumpulkan setiap orang tentu bisa berbeda-beda sesuai kebutuhan, preferensi, dan juga pertimbangan jumlah tanggungan. 

Misalnya, dana darurat yang perlu dikumpulkan seseorang yang single bisa berbeda dengan orang yang sudah menikah dan punya anak. Sebab semakin banyak tanggungan, maka harus menyiapkan dana darurat lebih besar. Jadi mungkin saja ada yang perlu mengumpulkan dana darurat minimal 3 bulan pengeluaran, tapi ada juga yang minimal 6 kali atau bahkan sampai 9-12 kali pengeluaran.

Perlu kamu ketahui bahwa pada dasarnya dana darurat harus disimpan di instrumen keuangan yang bersifat aman, mudah diakses, dan likuid atau mudah dicairkan. Salah satu instrumen keuangan yang bisa kamu pilih untuk menabung dana darurat adalah reksa dana pasar uang (RDPU). 

Karena,pergerakan RDPU cenderung stabil meningkat, karena berisi produk keuangan seperti deposito dan surat utang (obligasi) yang jangka waktunya kurang dari setahun. Sehingga RDPU cocok untuk nabung atau investasi dalam jangka waktu pendek (1 tahun).

Jadi, ditengah ketidakpastian ekonomi, kenaikan inflasi, hingga harga BBM, menyimpan uang sebagai dana darurat di Bibit sudah menjadi pilihan yang sangat tepat. Klik di sini untuk dapatkan fitur pencairan reksadana secara instan di aplikasi Bibit. (Adv/SNP) 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement