sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

OJK, BEI, dan KSEI Tuntaskan 4 Agenda Reformasi Pasar Modal

Market news editor Rahmat Fiansyah
03/04/2026 11:50 WIB
OJK bersama BEI dan KSEI telah menuntaskan empat agenda penguatan transparansi pasar modal Indonesia.
OJK bersama BEI dan KSEI telah menuntaskan empat agenda penguatan transparansi pasar modal Indonesia. (Foto: Dok. BEI)
OJK bersama BEI dan KSEI telah menuntaskan empat agenda penguatan transparansi pasar modal Indonesia. (Foto: Dok. BEI)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menuntaskan empat agenda penguatan transparansi pasar modal Indonesia, yang juga merupakan bagian dari proposal yang telah diajukan kepada penyedia indeks global, termasuk MSCI.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, keempat agenda dimaksud merupakan bagian dari 8 Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia yang telah dicanangkan oleh OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) pada 1 Februari 2026.

Keempat agenda tersebut meliputi, penyediaan data kepemilikan saham Perusahaan Tercatat di atas 1 persen kepada publik, implementasi pengumuman High Shareholding Concentration (HSC), penguatan granularity klasifikasi investor dalam data kepemilikan saham KSEI menjadi total 39 klasifikasi dan tipe investor, dan kenaikan batas minimum free float menjadi 15 persen melalui penyesuaian Peraturan BEI Nomor I-A.

Selain itu, terdapat penguatan transparansi dalam bentuk pengaturan mengenai adanya ketersediaan data Pemilik Manfaat dari pemegang saham Perusahaan Tercatat dengan kepemilikan 10 persen atau lebih.

“Dengan demikian, empat proposal yang diajukan oleh pihak Indonesia kepada Global Index Providers sudah diselesaikan dan tuntaskan sesuai target yang dicanangkan. Selanjutnya, kami akan melanjutkan komunikasi dan engagement yang konstruktif dengan Global Index Providers, serta menghimpun feedback dari kalangan investor,” kata Hasan melalui keterangan resmi, Jumat (3/4/2026).

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement