sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Inflasi AS Lebih Jinak, Wall Street Dibuka Menguat di Tengah Konflik Timur Tengah

Market news editor Desi Angriani
14/04/2026 21:55 WIB
Wall Street menguat didorong oleh data inflasi produsen yang lebih rendah dari ekspektasi pasar.
Inflasi AS Lebih Jinak, Wall Street Dibuka Menguat di Tengah Konflik Timur Tengah (Foto: dok AP)
Inflasi AS Lebih Jinak, Wall Street Dibuka Menguat di Tengah Konflik Timur Tengah (Foto: dok AP)

Sementara itu, inflasi inti (core PPI) tercatat naik 0,1 persen secara bulanan dan 3,8 persen secara tahunan. Meski kenaikan tahunan merupakan yang terbesar sejak Februari 2023, tekanan utama masih berasal dari lonjakan harga energi, yang meningkat 8,5 persen secara bulanan.

Data ini mencerminkan pola serupa dengan inflasi konsumen (CPI) yang dirilis sebelumnya, di mana lonjakan harga minyak akibat konflik Iran mendorong inflasi utama, namun belum sepenuhnya merembet ke inflasi inti.

Mantan CEO PIMCO, Mohamed El-Erian menilai data tersebut memberikan kelegaan bagi pasar dan pembuat kebijakan.

“Inflasi PPI bulanan AS hanya 0,5 persen pada Maret, jauh di bawah konsensus. Ini menunjukkan ketahanan ekonomi AS di tengah tekanan global,” tulisnya.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama pelaku pasar. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran terus berkembang, meskipun terdapat sinyal komunikasi lanjutan antara kedua pihak untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata permanen.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement