AALI
8250
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1285
ACES
1325
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2470
ADHI
700
ADMF
7600
ADMG
232
ADRO
1325
AGAR
386
AGII
1805
AGRO
2660
AGRO-R
0
AGRS
234
AHAP
58
AIMS
424
AIMS-W
0
AISA
214
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
3590
AKSI
410
ALDO
655
ALKA
224
ALMI
238
ALTO
336
Market Watch
Last updated : 2021/07/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.87
0.07%
+0.33
IHSG
6120.73
0.53%
+32.20
LQ45
832.75
0.25%
+2.05
HSI
26315.32
3.3%
+841.44
N225
27782.42
0.73%
+200.76
NYSE
16573.56
0.32%
+52.60
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
846,128 / gram

Ini Fakta Mengapa Investasi Saham Masih Menarik

MARKET NEWS
Advenia Elisabeth/MPI
Selasa, 22 Juni 2021 10:16 WIB
Fenomena di bursa saham Indonesia masih bakal menarik dalam jangka panjang.
Ini Fakta Mengapa Investasi Saham Masih Menarik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Fenomena di bursa saham Indonesia masih bakal menarik dalam jangka panjang. Hal ini bisa diamati setelah terjadi krisis keuangan dan ekonomi di Asia pada tahun 1997 sampai dengan tahun 2000.

Fluktuasi harga saham ditunjukkan oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merupakan angka dari semua saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Pakar Investasi Saham Adler Haymans Manurung mengatakan, IHSG menunjukkan perubahan harga di bursa saham Indonesia yang dianggap sebagai lead indikator ekonomi, melihat ke arah mana bisnis berkembang di masa datang.

“Jika IHSG mengalami kenaikan, bisnis dianggap akan mengalami peningkatan di masa datang, sebaliknya jika IHSG drop, maka bisnis tidak begitu bagus di masa datang,” ujarnya kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Selasa (22/6/2021).

Dia mencontohkan, pada akhir tahun 2000 silam, IHSG sempat berada di level 416. Dibandingkan saat ini, IHSG berada di angka 5900.

“Artinya, terjadi peningkatan empat belas kali lipat atau 1.400%. Angka ini menyatakan bahwa bila investasi Rp1 pada tahun 2000, maka tahun ini sudah menjadi Rp14 M, dan ini peningkatan yang menakjubkan,” ujarnya.

Peningkatan IHSG yang cukup tinggi tersebut belum memperlihatkan adanya fluktuasi selama masa periode itu.

“Masa itu hanya ada permasalahan di USA yakni Lehman Brothers menyatakan bangkrut. Tapi uniknya kebijakan USA ini memberikan pengaruh di Indonesia di mana imbasnya perekonomian Indonesia ikut turun akibat kebijakan USA terhadap Lehman Brothers,” ungkapnya.

Itu berarti jika perekonomian USA turun maka berimbas terhadap perekonomian Indonesia. Sebaliknya, bila perekonomian USA membaik, Indonesia tidak langsung membaik, namun ada lag atas perbaikan tersebut.

“Bagaimana dengan kondisi Covid-19 sekarang? Semua perekonomian di dunia mengalami perubahan total dan tidak bisa bergerak. Kondisi ini membuat semua investor saham harus berhati-hati. Namun yang pasti, hampir semua krisis pernah dilalui di pasar bursa saham,” pungkasnya. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD