AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Ini Kesalahan Investor Pemula, Yuk Hindari dengan Mengikuti Kelas Edukasi MNC Sekuritas!

MARKET NEWS
Kunthi Fahmar Sandy
Jum'at, 04 Juni 2021 17:10 WIB
Instrumen investasi saham dipilih karena berpotensi menghasilkan return yang tinggi.
Ini Kesalahan Investor Pemula, Yuk Hindari dengan Mengikuti Kelas Edukasi MNC Sekuritas! (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – Dewasa ini, investasi saham semakin populer dan menarik minat banyak orang. 

Instrumen investasi saham dipilih karena berpotensi menghasilkan return yang tinggi. Meskipun demikian, tidak ada yang dapat menjamin bahwa investasi saham akan selalu sukses. 

Head of Marketing Online Trading MNC Sekuritas Thomas Hadibowo mengemukakan pentingnya memahami karakter instrumen saham jika ingin berinvestasi, serta menghindari kesalahan yang biasanya dibuat investor pemula

“Kesalahan umum yang biasanya dilakukan oleh investor pemula adalah tidak memiliki rencana investasi yang jelas serta tidak mempelajari tentang instrumen investasi ini secara lebih matang. Padahal, Anda sebaiknya melakukan evaluasi terhadap investasi Anda secara teratur,” jelas Thomas. 

Ada baiknya Anda mengetahui kondisi makro dan mikroekonomi, serta melatih mental Anda agar semakin mahir dalam berinvestasi saham. Berikut ini adalah 3 kesalahan investasi saham yang harus dihindari investor pemula. 

1. Tidak Memperhatikan Portofolio

Investor saham sebaiknya sering memperhatikan portofolio saham yang dimiliki. Pastikan Anda memonitor portofolio saham sekalipun tidak harus setiap saat memonitornya. Jika saham yang Anda miliki mempunyai kinerja yang bagus, Anda dapat menambah portofolionya. Di sisi lain, jika harga saham menurun, Anda tidak perlu terlambat mengambil keputusan untuk menjualnya. 

2. Terjebak Panic Selling

Pergerakan harga saham yang naik turun sehingga nilai investasi saham berubah dalam waktu cepat sangat mungkin menyebabkan terjadinya _panic selling_ atau suasana perasaan investor yang panik karena harga sahamnya turun. Dalam situasi ini, investor sangat mungkin segera menjual sahamnya tanpa memedulikan harga karena takut harganya akan semakin jatuh. Hal ini terjadi karena adanya perencanaan yang kurang matang. 

3. Terjebak dengan Saham yang Murah

Trader saham sangat mungkin tergoda membeli saham yang harganya sangat murah dengan harapan bisa menjualnya dengan harga yang sangat tinggi atau ingin mendapat Return on Investment (ROI) yang besar. Namun, jika Anda kurang jeli memperhatikan saham tertentu, saham tersebut bisa jadi berasal dari perusahaan yang kurang baik. 

Padahal, ROI itu tergantung pada prospek masa depan perusahaan yang Anda pegang ketimbang lembar saham yang Anda miliki. Dalam investasi saham, ada pendekatan fundamental dan teknikal untuk memprediksi pergerakan harga saham ke depan. 

Agar Anda dapat semakin yakin dan terlatih dalam berinvestasi saham, ada baiknya Anda mengikuti pembekalan berupa kelas edukasi terlebih dahulu. Ada pepatah mengatakan, sebelum berinvestasi uang, ada baiknya berinvestasi ilmu dulu. Bersama MNC Sekuritas, Anda dapat memilih sendiri kelas edukasi sambil mempraktekkan langsung investasi saham. Segera daftarkan diri Anda dengan jadwal edukasi MNC Sekuritas melalui link: bit.ly/EdukasiMNCS!

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD