IDXChannel - PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) mengungkapkan strategi menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) atau USD. Salah satunya adalah melakukan diversifikasi kurs ke mata uang China, renminbi (RMB).
Direktur Utama BUAH Renny Lauren mengakui pelemahan rupiah yang terjadi beberapa waktu terakhir memberikan dampak terhadap kenaikan biaya produksi dan operasional.
"Fluktuasi kurs tentu sangat berdampak, walaupun mitigasi yang kita lakukan dan sudah kita lakukan dengan diversifikasi dari kurs tersebut," ujarnya dalam public expose di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Dia menerangkan, diversifikasi kurs tersebut dilakukan mengingat mayoritas 66 persen produk BUAH merupakan hasil impor dari China.
Renny menegaskan, strategi diversifikasi kurs ini menjadi salah satu yang membuat perseroan tetap bisa bersaing dengan harga yang terbaik dan kompetitif. "Mengingat spending dari masyarakat, kita harus tetap menargetkan memberikan harga yang terbaik," katanya.
Namun, kata Renny, ada faktor lainnya yang paling sulit dihindari oleh perseroan yakni kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Jadi salah satu hal yang mungkin menurut saya menjadi PR adalah kenaikan BBM. Kenaikan BBM agak sulit dihindari dibandingkan dengan kurs, kurs kita mungkin bisa diversifikasi, tapi kalau BBM sangat sulit dihindari," ujarnya.
Meski demikian, Renny menuturkan, operasional perseroan ke depannya akan lebih mengetatkan risiko limbah buah (fruit waste). Sehingga, pengiriman ke daerah adalah produk yang paling bagus kualitasnya.
"Jika ada produk yang mengalami degradasi kualitas, kita akan menyelesaikannya di distribution center kami. Jadi penjualannya dapat terlihat memang kekuatan atau core kita karena utama kita secara volume memang di Jawa. Jadi kita akan mengirimkan produk terbaik ke daerah bagian timur yang mempunyai biaya pengiriman yang jauh lebih tinggi," ujar Renny.
(Dhera Arizona)