Ini Strategi BKPM dan BEI Ajak PMA Melantai di Bursa

Market News
Fahmi Abidin
Selasa, 28 Januari 2020 16:45 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia berkomitmen memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan investasi di tanah air.
Ini Strategi BKPM dan BEI Ajak PMA Melantai di Bursa.(Foto: Ist)

IDXChannel – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia berkomitmen memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan investasi di tanah air. Hal itu yang jadi dasar terjadinya penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (28/1/2020) di Main Hall BEI, Jakarta.

Dikatakan Bahlil, melalui penandatanganan ini akan mendorong perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BKPM untuk melakukan listing di BEI. Langkah ini dinilai perlu untuk meningkatkan kepercayaan investor.

“PMA itu ada sekitar 26.000, sedangkan PMDN sekitar 600.000 lebih. Kita mengharapkan perusahaan yang telah menjalankan bisnisnya di Indonesia untuk dapat listing di sini. Boleh mereka listing di luar, tapi harus listing di sini juga. Hal itu untuk kepercayaan investor,” kata Bahlil saat diwawancarai di studio IDX Channel, pada Selasa (28/1/2020).

Tercatat pertumbuhan realisasi investasi kuartal III pada 2019 naik 18,4% mencapai Rp205,7 triliun (yoy).  Angka tersebut merupakan gabungan dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDA) yang naik 18,9% sebesar 100,7 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp105 triliun atau naik 17,8% dari tahun sebelumnya.

Ditambahkan Bahlil, kini perusahaan yang melakukan belanja modal serta investasi di sektor lain secara otomatis akan terdaftar di BKPM. Mengingat tiap perusahaan wajib mengirimkan laporan keuangan perusahaannya setelah melakukan listing kepada BEI.

“Ketika mereka ekspansi dan belum terdaftar, ya mendaftar. Ketika mereka belanja modal dan investasi yang lain, itu akan tercatat di BKPM dalam bentuk realisasi. Nah ini yang belum tersambung, begitupun sebaliknya,” katanya.

Selain itu, BKPM bersama BEI akan saling membantu dalam hal pertukaran informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk melakukan ekspansi. Sehingga dapat memangkas waktu perizinan  yang terbilang rumit di Indonesia.

“Harapannya dnegan MoU ini, bisa kita tukar informasi BEI dengan BKPM. Untuk kemudian perusahaan yang listing disini BPKM bantu mulai dari perizinan dan kendala-kendala lainnya. Karena ada anggapan bahwa perizinan di Indonesia berbelit-belit sebab tumpang tindih,” kata dia.

Oleh karena itu, pihaknya juga telah membentuk tim Satgas Realisasi Investasi yang bertujuan untuk membantu investor mengimplementasikan investasinya di lapangan. Diharapkan tim ini dapat menjaga kepercayaan investor serta memperbaiki pelayanan sehingga meningkatkan investasi. (*)

Baca Juga