sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ini Strategi Kelola Portofolio Investasi ala Head of Investor Relation Mandiri

Market news editor Kunthi Fahmar Sandy
15/01/2026 14:59 WIB
Head of Investor Relations Bank Mandiri, Laurencius Teiseran membagikan strategi dalam mengelola portofolio investasi.
Ini Strategi Kelola Portofolio Investasi ala Head of Investor Relation Mandiri (FOTO:Dok YouTube IDXC)
Ini Strategi Kelola Portofolio Investasi ala Head of Investor Relation Mandiri (FOTO:Dok YouTube IDXC)

IDXChannel - Head of Investor Relations Bank Mandiri, Laurencius Teiseran membagikan strategi dalam mengelola portofolio investasi. Sebagai seorang profesional di pasar modal, ia mengaku lebih percaya diri menempatkan dananya di saham dibandingkan properti.

Laurencius menekankan pentingnya keseimbangan. Namun, dia tidak menyarankan investor untuk all-in di satu jenis saham saja. 

Dia juga menggunakan rumus alokasi 60-30-10 untuk menjaga portofolionya tetap tumbuh dan aman dari guncangan.

“Kalau saya punya dana Rp100 juta, saya akan bagi 60 persen di saham blue chip, 30 persen di second liner, dan 10 persen di third liner,” kata Laurencius dalam wawancara di podcast The Fundamentals. Menurut Laurencius, porsi 60 persen di saham blue chip berfungsi sebagai jangkar kestabilan.

Saham di kategori ini cenderung rutin membagikan dividen dan memiliki volatilitas yang lebih rendah, sehingga cocok untuk investor yang sudah berkeluarga. Sementara itu, porsi 30 persen di saham lapis kedua (second liner) dan 10 persen di saham lapis ketiga ditujukan untuk mengejar pertumbuhan modal yang signifikan (multibagger), meski dengan risiko yang jauh lebih tinggi.

“Risk appetite orang beda-beda. Tapi buat saya harus balance. Second liner memang bisa multibagger, tapi down nya juga besar. Jadi mayoritas tetap di blue chip,” kata dia.

Selain strategi saham, Laurencius juga membagikan tips produktivitasnya di mana ia menyebut dirinya sebagai morning person yang memaksimalkan pagi hari untuk berpikir strategis (brain work) dan sore hari untuk pekerjaan teknis (muscle work).

“Otak itu optimal di pagi hari. Kalau sore atau malam, lebih baik untuk pekerjaan yang sifatnya rutin atau istirahat sambil nonton YouTube, bukan TV,” ujarnya.

(Penulis: Nasywa Salsabila)

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement