AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Ini Strategi Widodo Makmur Perkasa Kejar Target Pertumbuhan dan Laba di 2022

MARKET NEWS
Aditya Pratama
Kamis, 28 Oktober 2021 17:50 WIB
PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) memasuki tahapan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Peternakan ayam, salah satu lini bisnis Widodo Makmur Perkasa
Peternakan ayam, salah satu lini bisnis Widodo Makmur Perkasa

IDXChannel - PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) memasuki tahapan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun WMPP merupakan perusahaan holding yang membawahi lima lini bisnis, yaitu peternakan sapi terintegrasi, pengolahan makanan berbasis daging (meat processing), peternakan ayam terintegrasi, komoditas pertanian, serta konstruksi dan energi terbarukan.

Direktur Utama Widodo Makmur Perkasa, Tumiyana mengatakan, Perseroan pada tahun 2021 mendesain target pertumbuhan sebesar 300 persen pendapatan dari tahun 2020 dan di bottom line (laba bersih) diperkirakan akan tumbuh kira-kira sekitar 290 persen. Sementara itu, di tahun depan Perseroan juga menargetkan peningkatan pendapatan dan laba masing-masing 110 persen dan 95 persen.

"Forecast pada tahun 2022 nanti kita dari pendapatan akan tumbuh 110 persen dan bottom line akan tumbuh 95 persen," ujar Tumiyana dalam konferensi pers public expose penawaran umum perdana saham WMPP, Kamis (28/10/2021).

Tumiyana menambahkan, untuk mencapai target tersebut pihaknya memiliki beberapa strategi korporasi untuk melakukan pertumbuhan. Pertama, yaitu utilisasi dari seluruh fasilitas Perseroan yang masih berada di sekitar 60 persen karena pada tahun 2020 terjadi peningkatan harga komoditi.

"Sehingga kita perlu adjusment menurunkan utilisasi daripada posisi kapasitas kita baru mulai pada pertengahan tahun 2021 awal dan sampai pertengahan sekarang naik, dari semula utilisasinya 43, 55, sekarang sudah di posisi 60an persen daripada fasilitas yang bisa diutilisasi," kata dia.

Kedua capex spending, dimana menurutnya ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan. Sebab, tanpa ada peningkatan produksi berarti pendapatan tidak akan bisa mencapai apa yang diharapkan.

"Sehingga bertahap rata-rata nanti ke depan setelah kita settle dengan asumsi market share nasional di sapi 27 persen, di ayam bergerak bertahap sekarang 4 persen dan tahun 2022 akan menjadi 7 persen dan 2023 akan menjadi 8 persen dan nantinya 2025 menuju angka kira-kira 14 persen," ucapnya.

Selain itu, fasilitas produksi Perseroan juga sudah terdeliver sampai dengan awal tahun 2021 sehingga mendorong pertumbuhan bottom line tahun ini karena kapasitas rumah potong yang dimiliki Widodo Makmur Perkasa menjadi 10 kali lipat kapasitas existing 2020.

"Lalu, labanya meningkat karena harga jual juga mengalami perubahan, dari semula harga daging di tahun 2020 di angka Rp115.000 per kg, karena permintaan meningkat sehingga harga jual kita meningkat menjadi Rp129.000 per kg, rata-rata harga jual daging sapi," ujarnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD