Selain itu, DBS juga melihat adanya peluang divestasi aset non-inti, khususnya bisnis perkebunan kelapa sawit.
Seiring pandangan positif tersebut, DBS menaikkan target harga saham Astra menjadi Rp8.100 dari sebelumnya Rp6.500, dengan rekomendasi beli tetap dipertahankan.
Pada perdagangan per Jumat (9/1/2026) lalu, saham ASII ditutup di level Rp6.875 per unit dan berhasil menguat sekitar 1,10 persen dalam sepekan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.