Dewi menjelaskan, saat ini fokus utama pertumbuhan Suryacipta kini tertuju pada Subang Smartpolitan. Kawasan ini telah menjadi rumah bagi tenant internasional, salah satunya merupakan manufaktur kendaraan listrik (EV) global.
Kawasan Subang Smartpolitan turut mendapatkan manfaat langsung dari Proyek Strategis Nasional (PSN), khususnya Tol Akses Patimban yang akan memiliki pintu keluar tol langsung ke dalam Subang Smartpolitan.
Menurutnya, konektivitas ke kawasan industri membuat minat investor dari Korea Selatan, China, serta perusahaan domestik Indonesia semakin tinggi.
"Kalau datang langsung ke sana kelihatan sekali progresnya. Bangunannya sudah jadi, bahkan kantor juga sudah berdiri tinggi," ujarnya.
Selain sektor otomotif, minat terhadap kawasan Subang Smartpolitan juga datang dari berbagai sektor lain seperti garmen, komponen sepatu, metal, hingga pusat data (data center).
(DESI ANGRIANI)