Kondisi tersebut menunjukkan risiko eksternal serta sikap hati-hati investor asing terhadap pasar negara berkembang masih belum sepenuhnya mereda.
Menurut Novani, pergerakan pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen investor dan faktor eksternal dibandingkan memburuknya fundamental ekonomi Indonesia.
Ketidakpastian arah suku bunga global, arus modal asing, serta perkembangan geopolitik masih menjadi faktor utama yang membentuk perilaku investor dan meningkatkan volatilitas pasar.
Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat. Ketahanan tersebut didukung oleh permintaan domestik yang stabil serta pengelolaan kebijakan ekonomi yang relatif prudent, sehingga memberikan fondasi positif bagi prospek pasar dalam jangka menengah hingga panjang.
Di tengah ketidakpastian yang masih tinggi, kata Novani, pendekatan investasi yang lebih defensif menjadi semakin relevan.