Ia menyarankan investor mempertahankan alokasi yang seimbang antara aset berisiko seperti saham dan instrumen dengan risiko lebih rendah.
Pada instrumen pendapatan tetap, investor dapat lebih selektif dengan memilih portofolio berjangka pendek hingga menengah yang memiliki kualitas penerbit baik.
Strategi tersebut dinilai dapat membantu mengurangi sensitivitas terhadap perubahan suku bunga sekaligus menjaga ketahanan portofolio ketika pasar masih berfluktuasi.
Selain itu, Novani menilai pengelolaan likuiditas perlu menjadi prioritas investor saat ini. Reksa dana pasar uang dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjaga likuiditas sekaligus melakukan diversifikasi portofolio.
"Dengan risiko yang relatif rendah, likuiditas tinggi, serta potensi imbal hasil yang kompetitif dibandingkan deposito perbankan, reksa dana pasar uang dapat membantu mempertahankan nilai aset sekaligus memberikan fleksibilitas bagi investor untuk kembali masuk ke aset berisiko ketika peluang investasi mulai terbuka," ujarnya. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.