AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Investor Menanti Pertemuan The Fed, Bursa Asia Bergerak Variatif

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 18 Januari 2022 11:33 WIB
Sejumlah indeks utama di bursa kawasan Asia bergerak variatif menjelang pertemuan The Federal Reserve pada perdagangan Selasa (18/1).
Investor Menanti Pertemuan The Fed, Bursa Asia Bergerak Variatif. (Foto: MNC Media)
Investor Menanti Pertemuan The Fed, Bursa Asia Bergerak Variatif. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sejumlah indeks utama di bursa kawasan Asia bergerak variatif menjelang pertemuan The Federal Reserve pada perdagangan Selasa (18/1). Katalis penggerak utama berasal dari prospek kenaikan suku bunga di Amerika Serikat setelah dua tahun dilonggarkan akibat pandemi.

Hingga pukul 11:00 WIB, Hang Seng Hong Kong (HSI) terpuruk -0,23% di 24.161,37 Kospi Korea Selatan (KS11) melemah -0,72% di 2.869,18, dan Shanghai Composite China (SSEC) menguat 0,94% di 3.574,89.

Nikkei 225 Jepang (N225) naik 0,44% di 28.457,50, Taiwan Weighted (TWII) tumbuh 0,05% di 18.534,56, SET Thailand naik 0,13% di 1.679,07, S&P / ASX 200 Australia (AXJO) terpuruk -0,13% di 7.407,60, dan Indonesia Composite Index / IHSG koreksi -0,65% di 6.601,79.

Jelang pertemuan bulanan Federal Reserve pada 25-26 Januari 2022, pasar masih mengharapkan agar bank sentral AS tidak mengubah suku bunga. Analis melihat investor pasar modal global akan mengantisipasi datangnya bulan Maret sebagai awal dari siklus pengetatan.

Untuk diketahui, kenaikan suku bunga umumnya dipandang negatif bagi aset berisiko seperti ekuitas, termasuk saham.

"Fokus investor tetap ada di The Fed dan kebijakan mereka dalam menaikkan suku bunga lebih cepat," kata Analis Saham Ord Minnett, John Milroy, dilansir Reuters, Selasa (18/1/2022).

John menilai Fed akan segera menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan pasar saat ini.

"Sentimen utama tetap ada di AS dengan pasar tenaga kerja yang ketat. Bagus untuk pertumbuhan dunia tetapi menambah tekanan inflasi," lanjutnya.

Selain ekuitas, kenaikan juga terjadi di sejumlah yield obligasi. Imbal hasil obligasi AS dengan tenor lima tahun naik 3,6 bps menjadi 1,5960%, tertinggi sejak Januari 2020. Sementara untuk jangka 10-tahun naik sekitar 2 bps menjadi 1,8108%. (TYO)

Rekomendasi Berita

Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD