IDXChannel - Geliat investor ritel yang menanamkan dananya di pasar modal semakin bertumbuh dari tahun ke tahun.
Melansir Pluang, secara definisi, investor ritel adalah investor selain dari institusional. Investor ritel adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menjualbelikan utang, ekuitas.
Ada pula yang mendefinisikan investor ritel adalah orang yang investasi melalui broker, bank, agen real estate, dan lain sebagainya.
Berbeda dengan investor institusional, investor ritel berinvestasi dan mengelola uang atas nama mereka sendiri. Motivasi investor ritel untuk berinvestasi biasanya berasal dari dalam diri sendiri atau pribadi.
Amerika Serikat (AS) adalah salah satu contoh negara dengan investor ritel yang memiliki ukuran dan cakupan yang signifikan.
Menurut data SEC AS, pada tahun 2020 rumah tangga di AS memiliki ekuitas senilai USD29 triliun. Angka ini lebih dari 58 persen dari total investor pasar sahamAS, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui skema mutual funds, rekening pensiun, dan investasi lainnya.
Adapun di Indonesia, data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dirilis Selasa (8/8/2023) menyebutkan jumlah investor pasar modal Indonesia pada Juli 2023 mencapai 11,42 juta.
Angka ini naik 1,71 persen atau bertambah 191.692 investor dibandingkan Juni yang sebanyak 11,22 juta investor.
Dari 11 juta lebih investor ini mayoritas dihuni oleh investor ritel atau dengan nilai kepemilikan saham yang sedikit.
Komposisi investor individu meencapai 99,65 persen di pasar modal dibanding institusi yang hanya 0,35 persen dari total investor. (Lihat grafik di bawah ini.)

“Semakin banyak investor ritel domestik di pasar keuangan akan meningkatkan kedalaman pasar keuangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari berbagai tekanan,” kata Director of External Affairs Pluang, Wilson Andrew dalam perhelatan 4th Indonesian Fintech Summit (IFS) 2022 pada 10-11 November tahun lalu.
Sejumlah faktor yang mendorong pertumbuhan investor ritel di pasar modal RI, di antaranya:
- Instrumen investasi di pasar modal dianggap memiliki imbal hasil yang lebih menjanjikan dibandingkan tabungan atau deposito.
- Investasi menjadi alternatif mata penghasilan di tengah melambatnya aktivitas ekonomi akibat pandemi Covid-19.
- Mudahnya membuka rekening investasi dengan fitur secara online. Investor tidak perlu bertatap muka sama sekali dan transaksi yang dapat dilakukan melalui laptop dan
- Munculnya banyak influencer yang sangat mempengaruhi investor retail didukung oleh perkembangan sosial media.
Namun, sejumlah tantangan juga masih mengintai dari adanya tren kenaikan jumlah investor ritel ini. Naiknya jumlah investor ritel terumata yang pemula terkadang tidak disertai dengan literasi finansial yang memadai.
Motivasi investor masuk ke pasar modal juga biasanya hanya karena terpengaruh ajakan dari sosial media dengan ekspektasi bisa mendapat untung banyak dalam waktu sesingkat-singkatnya tanpa memikirkan adanya unsur risiko.
Bahkan, banyak juga investor yang membeli saham dengan menggunakan dana panas dari hasil berutang.
Untuk itu, penting bagi investor ritel untuk memperhatikan analisa fundamental dan teknikal ketika akan membeli saham. (ADF)