
“Semakin banyak investor ritel domestik di pasar keuangan akan meningkatkan kedalaman pasar keuangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari berbagai tekanan,” kata Director of External Affairs Pluang, Wilson Andrew dalam perhelatan 4th Indonesian Fintech Summit (IFS) 2022 pada 10-11 November tahun lalu.
Sejumlah faktor yang mendorong pertumbuhan investor ritel di pasar modal RI, di antaranya:
- Instrumen investasi di pasar modal dianggap memiliki imbal hasil yang lebih menjanjikan dibandingkan tabungan atau deposito.
- Investasi menjadi alternatif mata penghasilan di tengah melambatnya aktivitas ekonomi akibat pandemi Covid-19.
- Mudahnya membuka rekening investasi dengan fitur secara online. Investor tidak perlu bertatap muka sama sekali dan transaksi yang dapat dilakukan melalui laptop dan
- Munculnya banyak influencer yang sangat mempengaruhi investor retail didukung oleh perkembangan sosial media.
Namun, sejumlah tantangan juga masih mengintai dari adanya tren kenaikan jumlah investor ritel ini. Naiknya jumlah investor ritel terumata yang pemula terkadang tidak disertai dengan literasi finansial yang memadai.
Motivasi investor masuk ke pasar modal juga biasanya hanya karena terpengaruh ajakan dari sosial media dengan ekspektasi bisa mendapat untung banyak dalam waktu sesingkat-singkatnya tanpa memikirkan adanya unsur risiko.
Bahkan, banyak juga investor yang membeli saham dengan menggunakan dana panas dari hasil berutang.