Selanjutnya, subsegmen dry port mengalami penurunan pendapatan sebesar 9 persen akibat berkurangnya volume kontainer yang ditangani. Pendapatan berulang dari pilar Infrastruktur menyumbang 50 persen dari total pendapatan pada 2025, meningkat dibandingkan dengan tahun 2024 (41 persen).
Pilar Leisure & Hospitality mencatatkan pendapatan sebesar Rp124,8 miliar pada tahun 2025 dibandingkan Rp129,1 miliar pada tahun 2024. Segmen golf tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan sebesar Rp82,5 miliar pada tahun 2025 (2024: Rp85,0 miliar), atau sekitar 66% dari total pendapatan pilar ini.
Dari sisi profitabilitas, laba kotor meningkat 3 persen menjadi Rp2,03 triliun. Margin laba kotor turun menjadi 39 persen (dari 43%
pada tahun 2024), terutama disebabkan oleh meningkatnya kontribusi pendapatan dari segmen Infrastruktur yang secara umum memiliki margin lebih rendah dibandingkan dengan Land Development & Property.
Perseroan mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp857,1 miliar pada tahun 2025, dibandingkan dengan Rp770 miliar pada tahun 2024. Sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk juga naik 16,5 persen menjadi Rp423 miliar.
Faktor utama dari peningkatan ini adalah kinerja keseluruhan Perusahaan yang lebih baik, kenaikan pendapatan bunga, dan penurunan beban lain-lain terutama pada berkurangnya rugi selisih kurs yang dari sebelumnya Rp205,7 miliar menjadi Rp120,9 miliar.